Kadin Sumsel Bidik Lahirnya 1.000 Sultan Muda, Expo Bisnis Hadirkan Peluang Usaha dan Investasi

PALEMBANG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan berkomitmen membuka lebih luas peluang ekonomi bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Kadin Sumsel Expo Ke-4 dan International Franchise and Business Exchange (IFBEX) 2026.

Kegiatan yang digelar di Palembang Square Mall pada 15–18 Oktober 2026 tersebut menjadi kolaborasi pameran bisnis dan kemitraan berskala nasional yang mempertemukan pelaku usaha, calon entrepreneur, UMKM, investor hingga berbagai perusahaan dan institusi.

Ketua Umum Kadin Sumatera Selatan, H. Affandi Udji, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan produk-produk nasional, tetapi juga memberikan edukasi dan ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus memulai dunia usaha.

Menurutnya, peserta yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelaku bisnis hingga institusi pendidikan seperti Universitas Sriwijaya (Unsri) dan perusahaan seperti Sucofindo.

Rangkaian kegiatan juga akan dikemas dengan berbagai agenda, di antaranya talkshow bisnis, donor darah, fashion show hingga edukasi kewirausahaan bagi calon pengusaha.

Kadin Sumsel bahkan menyiapkan booth khusus bagi masyarakat yang ingin mendapatkan edukasi mengenai bagaimana memulai dan mengembangkan usaha sehingga dapat menjadi entrepreneur.

“Yang kita dorong adalah bagaimana membuka peluang baru ekonomi di sektor Sumsel, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menghasilkan kontrak dan investasi. Kita menargetkan transaksi 30 miliar dari expo ini,” ungkap Affandi.

Ia mengatakan, Kadin Sumsel Expo Ke-4 dan IFBEX tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi diarahkan sebagai ruang bertemunya berbagai peluang bisnis yang dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Setidaknya ada 60 tenan yang akan bergabung. Berbagai brand nasional akan hadir menawarkan peluang kemitraan dengan konsep bisnis masing-masing. Sejumlah brand yang tercantum dalam kegiatan tersebut antara lain Dawa Rempah, Bebek Terminal, Celebrity Coffee, Ducok Pucok Durian dan Alpukat, Yummy Coin, Black Yard, Chayee, Dear Mee Butter, Bantex Indonesia, serta Pempek Cek Moiek.

Selain brand franchise, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat dan calon mitra bisnis.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari berbagai unsur pemerintah, BUMN, BUMD maupun swasta, di antaranya Pupuk Sriwijaya, Bukit Asam, Pupuk Indonesia (PT RAL), Bank Sumsel Babel, Telkom, DPMPTSP OKU Timur, Sucofindo, Dexa Medica, Royal Islamic School dan Cuantech.

Khusus DPMPTSP Kabupaten OKU Timur, kehadirannya diarahkan untuk membuka peluang investasi dengan menyediakan stan khusus guna memfasilitasi calon investor yang tertarik menanamkan modal di wilayah tersebut.

Affandi menegaskan, penyelenggaraan expo ini menjadi bagian dari komitmen Kadin Sumsel untuk mendorong semakin banyak masyarakat masuk ke dunia kewirausahaan.

Salah satu target yang diusung Kadin Sumsel adalah mewujudkan 1.000 Sultan Muda, yakni generasi muda yang memiliki keberanian, kemampuan dan kemandirian dalam membangun usaha.

Melalui target tersebut, Kadin Sumsel ingin mendorong perubahan paradigma dari sekadar mencari pekerjaan menjadi menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.

Sementara itu, kolaborasi Kadin Sumsel Expo Ke-4 dengan IFBEX juga mencatat momentum penting karena IFBEX untuk pertama kalinya memperluas jangkauan kegiatan ke Pulau Sumatera dengan Palembang sebagai kota pembuka.

Pameran tersebut diharapkan menjadi ruang strategis bagi masyarakat Sumatera Selatan untuk melihat langsung peluang franchise, membangun jaringan bisnis, menemukan mitra usaha serta membuka akses terhadap investasi.

Dengan menggabungkan franchise nasional, UMKM lokal, edukasi kewirausahaan, investasi dan jejaring bisnis, Kadin Sumsel Expo Ke-4 dan IFBEX diharapkan mampu menjadi salah satu momentum untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan membuka peluang ekonomi baru di Sumatera Selatan.