PALEMBANG – Kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi media kian diperkuat.
UIN Raden Fatah Palembang resmi menjalin kerja sama dengan Himpunan Pers Solidaritas Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan implementasi program nyata di lingkungan kampus.
Mengusung tema peningkatan keterampilan komunikasi publik dan literasi media di era digital, kegiatan ini melibatkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai garda terdepan dalam penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang komunikasi.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Heri Junaidi, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik langsung di lapangan.
“Kolaborasi ini penting agar mahasiswa komunikasi tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata, terutama dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa saat ini dihadapkan pada tantangan besar dalam menyeimbangkan kemampuan komunikasi di dunia nyata dan dunia maya. Tidak sedikit yang piawai berbicara secara langsung, namun belum optimal dalam menyampaikan pesan di ruang digital, maupun sebaliknya.
“Ke depan, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan dua dunia ini secara seimbang, karena keduanya saling melengkapi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua HIPSI Palembang, Shella Oktaviani, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai, kolaborasi ini membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dunia media.
“Melalui kerja sama ini, kami membuka peluang kolaborasi bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dengan media, memperluas wawasan, sekaligus mengasah kemampuan praktis mereka,” jelasnya.
Sebagai bagian dari implementasi MoU, kegiatan juga diisi dengan diskusi publik yang menghadirkan narasumber potensial dari kalangan praktisi dan akademisi.
Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus penguatan literasi media di tengah derasnya arus informasi digital.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di era digital.












